Penggunaan kartu kredit kini telah menjadi kebutuhan utama dalam menjalankan transaksi perbelanjaan atau perjalanan. Keuntungan dan penawaran menarik yang ditawarkan seolah-olah memberikan segala yang dibutuhkan orang banyak.
Namun, ketika tidak bijak dalam penggunaannya, risiko harus diterima.
Keuntungan dan keistimewaan yang ditawarkan dalam berbagai jenis produk kartu kredit telah berhasil menghipnotis orang-orang dengan mobilitas yang tinggi. Semua akan berjalan dengan aman, nyaman, dan efisien saat dikelola dengan baik.
Namun, jangan lengah, beberapa kondisi di bawah ini bisa terjadi saat tidak bijak dalam penggunaannya.
Ini Akibatnya Jika Kita Tidak Bijak dalam Menggunakan Kartu Kredit
1. Akan Ada Denda Jika Melewati Batas Tenor
Sifat konsumtif yang dilakukan tanpa sadar bisa berakibat buruk yang tak terduga. Ketika kita terus membeli tanpa memperhatikan tagihan yang menumpuk, itu bisa menjadi awal dari kehancuran.
Keborosan dan ketidakbijaksanaan dalam mengelola keuangan akan membuat semua penghasilan habis dan tagihan tak terbayarkan.
Promo dan diskon membuat kita lupa diri dan tak bisa mengendalikan diri. Kondisi ini bisa membuat kita kesulitan membayar tagihan setiap bulan. Akhirnya, kita memilih untuk menunggak dan melanggar aturan yang ada.
Jangan biarkan sifat konsumtif merusak keuangan kita. Mulailah mengelola keuangan dengan bijak dan bertanggung jawab.
Setiap kartu kredit yang kita miliki pasti memiliki syarat dan ketentuan yang harus dipatuhi selama kita menggunakannya. Saat kita mengajukan permohonan, sudah jelas tertulis mengenai jangka waktu pembayaran, jumlah cicilan bulanan, dan bunga yang harus dibayar.
Namun, jika kita melanggar peraturan tersebut, pasti ada konsekuensinya.
Setiap bulan, kita harus membayar cicilan sesuai dengan tanggal yang telah ditentukan. Jika kita terlambat membayar, maka akan ada denda yang harus dibayar. Besarannya sekitar 3% dari total tagihan pada saat itu. Maksimal denda yang harus dibayar sekitar Rp 150.000 per bulan.
Jadi, pastikan kita membayar cicilan tepat waktu agar tidak terkena denda yang tidak perlu.
Jumlah yang tertera bukanlah angka yang remeh. Besar kecilnya tergantung pada tagihan penggunaan kita setiap bulannya. Semakin boros, semakin mahal pula denda yang harus dibayarkan.
Namun, jangan berpikir bahwa ini adalah keuntungan. Sebab, beban cicilan akan bertambah dan tabungan akan semakin menipis.
Jangan sampai kelalaian ini menjadi bumerang yang menjerat kita ke dalam kubangan utang. Kondisi ini akan sangat tidak nyaman, karena setiap hari kita harus dikelilingi oleh tagihan yang semakin membengkak.
2. Debt Collector akan Datang Jika Masih Menunggak Cicilan
Ketika kita sudah terlena dengan penggunaan kartu kredit dan tidak lagi sadar diri, padahal keuanganmu semakin menipis, maka masalah besar akan menghampiri.
Dimulai dari keterlambatan pembayaran, lalu berlanjut menjadi penunggakan pembayaran setiap bulannya. Akibatnya, tagihan semakin menumpuk dan semakin mahal karena ditambah dengan besaran denda yang berlaku.
Situasi seperti ini akan membuat pihak bank penerbit kartu kredit akan terus-menerus menghubungi kita melalui nomor yang kita daftarkan saat pengajuan awal. Setiap hari, kita akan dibayangi oleh telepon yang menagih pembayaran tertunda. Dan kondisi ini akan terus berlangsung hingga kita melunasi seluruh tagihan yang belum terbayarkan.
Menghindari masalah bukanlah solusi, satu-satunya jalan keluar adalah dengan melunasi tagihan.
Jika hati kita tidak berniat baik sebagai pihak yang harus membayar utang, maka hari-hari kita akan terus dihantui oleh penagihan yang tak berkesudahan.
Pada suatu titik, jika pendekatan yang baik-baik sudah tidak memungkinkan, bank akan mengirimkan kolektor untuk menyelesaikan masalah pembayaran.
Jika sudah sampai pada tahap ini, cara penagihan yang dilakukan tidak akan lagi seperti biasanya.
Para penagih utang yang turun ke lapangan akan melakukan segala cara, baik itu sopan ataupun kasar, untuk menagih utang kita.
Mereka tidak lagi memprioritaskan sopan santun dalam bertindak. Semakin kita menghindar dan berbelit-belit, semakin buruk pula keadaan kita. Kehidupan sehari-hari kita pun akan menjadi tidak nyaman karena terus diikuti oleh para penagih yang tidak mengenal waktu dan tempat.
Kisah seperti ini bukanlah hanya fiksi di layar televisi, melainkan akan menjadi kenyataan jika kita melakukan pelanggaran yang sama. Banyak waktu yang akan terbuang dengan kejar-kejaran bersama para penagih utang. Setiap saat, kita akan dihantui perasaan was-was dan tidak tenang.
Oleh karena itu, sebaiknya kita segera menyelesaikan utang kita agar terhindar dari masalah
yang lebih besar.
3. Bunga Akan Berkali-kali Lipat
Apakah kita tahu bahwa ketika kita memilih untuk menunda pembayaran cicilan, itu akan berdampak serius pada tagihan bulan depan? Seperti yang telah disepakati saat kita mengajukan permohonan kartu kredit, setiap keterlambatan akan dikenakan bunga tambahan yang akan membuat kita harus menambah uang untuk melunasinya.
Namun, terkadang kita lupa diri dan menghabiskan banyak uang untuk belanja, sehingga tidak ada sisa untuk ditabung. Akibatnya, kita akan kesulitan untuk melunasi semuanya, karena jumlah tagihan yang terus bertambah seiring dengan keterlambatan pembayaran.
Tidak hanya bank yang merugi, tapi juga kita sebagai pemilik kartu kredit.
Jumlah tambahan yang diberlakukan berbeda-beda, tergantung pada kebijakan bank yang menerbitkan kartu kredit kita.
Namun, jangan meremehkannya karena suku bunganya cukup tinggi. Bahkan ketika kita membayar sebagian dari tagihan, suku bunga akan diterapkan dengan ketat, bahkan jika kita hanya membayar 10% dari total tagihan.
Jangan berharap untuk terbebas dari bayang-bayang kenaikan suku bunga ketika kita membayar tagihan yang melebihi batas limit. Semakin besar tagihan kita, semakin tinggi pula suku bunga yang akan diterapkan.
Jadi, pastikan kita membayar tagihan kita tepat waktu dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
4. Riwayat Transaksi Keuangan Kita Akan Mendapatkan Citra Buruk
Apabila kita masih belum menunjukkan niat baik dalam membayar utang kita, maka bank penerbit akan melakukan pencatatan khusus. Setiap tindakan yang tidak patuh akan masuk ke dalam daftar hitam yang akan menghalangi kita untuk mengajukan kredit atau menerbitkan kartu kredit di masa depan. Semua ini dilakukan sebagai tindakan tegas dari bank yang bersangkutan.
Sebagai salah satu produk keuangan, kartu kredit menjadi tolok ukur bagi seseorang dalam menerima kredit apa pun. Jika ada ketidakdisiplinan dalam membayar tagihan, ini akan memberikan skor buruk pada nama kita. Semua transaksi akan diverifikasi dan dicatat sebagai catatan buruk.
Tidak hanya itu, semua informasi yang dikumpulkan akan disimpan oleh BI sebagai data utama. Seluruh catatan kredit nasabah akan digabungkan menjadi satu dengan nama IDI Historis (Informasi Debitur Individual Historis). Ketika dibutuhkan, bank dapat mengaksesnya sebagai bahan pertimbangan untuk memverifikasi kelayakan.
Pastinya kita tidak ingin reputasi kita tercemar hanya karena masalah utang-piutang yang merugikan secara finansial dan psikologis. Setiap hari akan terasa tidak tenang, namun ada cara untuk menghindarinya yaitu dengan menghentikan penggunaan kartu kredit. Mulailah melunasi utang-utang tersebut agar kita bisa merasa bebas dari pembayaran bulanan yang memberatkan.
Kurangi sikap konsumtif yang muncul karena merasa memiliki uang yang banyak. Turunkan gaya hidup kita dan mulailah menabung serta mengurangi pengeluaran belanja setiap harinya. Jika kita masih ingin menggunakan kartu kredit, pastikan untuk lebih bijak dalam mengelola pengeluaran setiap harinya.
Jangan melebihi limit yang telah ditentukan dan pastikan tidak memberatkan biaya iuran bulanan.
5. Berpotensi Mendapatkan Sanksi Pidana
Kemudahan dan promo yang diberikan oleh kreditur kepada debitur seringkali membuat orang lupa diri. Mereka dengan mudah melakukan pembelanjaan tanpa memikirkan bagaimana membayar utang tersebut. Padahal, kebutuhan sehari-hari semakin meningkat dan menguras uang tabungan.
Jangan sampai terlambat menyadari, sehingga terjerumus pada pembiayaan yang tidak semestinya.
Jika kita tidak taat aturan pelunasan, dampaknya bisa fatal dan membuat kita masuk dalam daftar hitam dari pihak Bank penerbit. Akibatnya, kita akan kesulitan jika ingin mengajukan kartu kredit lagi, bahkan di tempat lain. Karena data yang digunakan berasal dari satu server yaitu Bank Indonesia (BI).
Oleh karena itu, bijaklah dalam menggunakan fasilitas kredit yang ada.
Sejatinya, terdapat beragam fitur yang sungguh-sungguh menjamin kemudahan transaksi dengan berbagai promo yang menarik. Namun, hal semacam itu juga harus dijaga dengan penuh kehati-hatian. Kita harus memastikan bahwa tidak ada kendala yang merubah catatan yang baik menjadi buruk.
Itu tadi beberapa catatan penting mengenai risiko penggunaan kartu kredit yang tidak sehat. Mari kita kelola dan gunakan dengan bijak. Batasi pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari dan hindari membeli barang-barang yang tidak terlalu diperlukan. Jangan biarkan diri kita terjebak dalam situasi yang tidak diinginkan, tetap berhati-hati dan jangan boros lagi.
sumber gambar: https://moneyduck.com/
